50 Kapal Baru Perkuat Angkatan Laut Rusia

Angkatan Laut Rusia akan diperkuat dengan 50 kapal baru tahun ini. Komandan Angkatan Laut Rusia, Laksamana Viktor Chirkov, menyatakan waktu bagi angkatan laut Rusia untuk berdiam diri telah berakhir.

Kapal-kapal baru tersebut adalah bagian dari program penguatan persenjataan yang bertujuan untuk memperluas kemampuan angkatan laut sehingga dapat beroperasi di wilayah yang jauh pada 2050 nanti.

Menurut media lokal Rusia, 50 kapal tersebut tidak semuanya kapal baru. Kapal yang baru dibangun akan memiliki kapal pengawal, kapal patroli, serta kapal selam kelas Borei dan Yasen.

Chirkov baru-baru ini menyatakan bahwa angkatan laut akan menggunakan kekuatan nuklir untuk kapal penghancurnya yang saat ini sedang dalam perancangan. Kekuatan nuklir biasanya digunakan untuk kapal selam yang berada di dalam laut untuk waktu yang lama. Namun, konsep tersebut dapat diwujudkan oleh Rusia karena Rusia sedang memperluas jangkauan globalnya meskipun terkendala fasilitas pengisian bahan bakar di luar pantai Rusia.

Presiden Vladimir Putin telah merencanakan sebuah program penguatan persenjataan, dan empat jenis kapal selam berbeda sudah mulai dibangun. Diharapkan pada 2050, Rusia telah memiliki satu armada berisi kapal penghancur dan kapal pesiar. Satu kapal pembawa pesat terbang baru juga akan diluncurkan untuk membantu kapal pembawa pesawat terbang yang sudah ada yaitu kapal Admiral Kuznetsov.

Rusia dijadwalkan menerima dua kapal pembawa helikopter kelas Mistral dari Perancis tahun ini namun sanksi dari Eropa terhadap Rusia akibat konflik di Ukraina menghambat pengiriman kapal tersebut.

Ada sekitar 280 kapal, kapal selam, kapal perang, dan 250 pesawat terbang yang kurang aktif di Angkatan Laut Rusia. Banyak kapal yang dianggap kurang aktif dan kapal tersebut dioperasikan oleh kru yang jumlahnya sangat sedikit. (Ast/Mhf)

 

Sumber: maritime-executive.com

Latest Article

Gagalnya Jokowi Menjadikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa

0
Presiden Jokowi bolehlah sedikit berbangga dengan pencapaian pembangunan infrastrukturnya yang lumayan mentereng. Selama hampir 10 tahun kepemimpinannya, telah terbangun 1.885 km jalan tol, 32.000...

Sektor Perikanan Tangkap Perlu Dikelola Secara Multifungsi dan Berkelanjutan

0
YOGYAKARTA – Dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Kamis (28/12/2023), Profesor Suadi menyampaikan urgensi pengelolaan multifungsional sektor perikanan tangkap...

Kolaborasi DP World – Maspion Group Membangun Terminal Petikemas di Jatim

0
JAKARTA, NMN- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan dukungan terhadap kolaborasi yang akan terjadi antara perusahaan global swasta DP World Dubai dengan perusahaan swasta...

Kemenhub Mulai Lakukan Persiapan Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang Jelang Nataru

0
MAKASSAR, NMN - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menekankan pentingnya transportasi laut sebagai pilihan utama masyarakat dalam perjalanan antar pulau selama periode Natal 2023 dan...

Pemerintah Indonesia Hadiri Sidang Sub-Committee on Carriage of Cargoes and Container ke-9 di London

0
LONDON, NMN - Pemerintah Indonesia telah menghadiri Sidang Sub-Committee on Carriage of Cargoes and Container (CCC) ke-9 yang berlangsung dari Rabu (20/9) hingga Kamis...

Related Articles