75 Kapal Diizinkan Layani Ekspor Batu Bara

101

JAKARTA, NMN – Dengan telah terpenuhinya batubara untuk kebutuhan domestik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengizinkan 75 kapal pengangkut batu bara untuk melayani kepentingan ekspor.

“Sudah kami izinkan sebanyak 75 kapal dari perusahaan tambang yang sudah memenuhi DMO 100 persen,” Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, Kamis (20/1).

Kemudian, lanjut dia, ada 12 kapal memuat batu bara dari perusahaan tambang yang pemenuhan ketentuan penjualan ke pasar domestik kurang dari 100 persen. Namun, mereka sudah menyampaikan surat pernyataan di atas material akan memenuhi DMO dan bersedia dikenakan sanksi apabila terbukti melanggar.

Selain 75 kapal tersebut, lanjutnya, masih terdapat pula sembilan kapal yang memuat batu bara dari perusahaan-perusahaan perdagangan atau traders. Pemerintah juga sudah mengizinkan kapal-kapal ini berangkat karena tidak ada kewajiban bagi perusahaan perdagangan untuk memenuhi ketentuan DMO.

PNBP dan Investasi Subsektor Minerba Lebihi Target

Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara Sama Kementerian ESDM mencatat bahwa sepanjang 2021 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan investasi melebihi target yang sudah ditetapkan.

Realisasi investasi menyentuh nilai USD4,52 milyar atau 105% dari yang sudah ditargetkan, dan untuk PNBP realisasinya lebih besar lagi yakni hingga 192% atau setara dengan Rp75,15 triliun.

Untuk tahun 2022, target penerimaan PNBP minerba diturunkan menjadi Rp42,36 triliun, jauh dibandingkan penerimaan tahun 2021 karena rencana tahun 2022 ini dibuat berdasarkan asumsi produksi batubara sebesar 550 juta ton dengan nilai Harga Batubara Acuan (HBA) USD67,3.

Pemanfaatan batubara domestik terus mengalami peningkatan, tahun 2021 produksi batubara dalam negeri mencapai 614 juta ton dengan realisasi pemanfaatan untuk dalam negerinya sebesar 133 juta ton.

“Pemanfaatan batubara dalam negeri akan meningkat dari sebelumnya tahun 2021 133 juta ton menjadi 165,7 juta ton pada tahun 2022,” ujar Ridwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here