Angka Kecelakaan Mudik Menurun

57

JAKARTA, NMN – Secara umum pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2022 berjalan dengan baik. Angka kecelakaan mudik 2022 menurun sebanyak 45 persen dibandingkan periode 2019.

Angka kecelakaan lalu lintas menurun seiring dengan menurunnya pemudik yang menggunakan sepeda motor. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu indikator kesuksesan mudik 2022.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan dari hasil survey SMRC menunjukan bahwa 76,4 % masyarakat puas atas kerja pemerintah dalam mengelola angkutan lebaran tahun 2022.

“Alhamdulillah, dari hasil survei SMRC menyatakan 76,4% masyarakat puas atas kinerja pemerintah dalam mengelola angkutan lebaran tahun 2022 ini. Presiden juga memberikan catatan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder termasuk DPR yang sudah melaksanakan dengan baik,” ujar Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Senin (20/6).

Menhub Budi menjelaskan penumpang angkutan umum pada mudik lebaran 2022 memang mengalami penurunan sebesar 22,6% dibandingkan tahun 2019. Meskipun demikian, terdapat hari-hari tertentu dimana jumlah penumpang lebih tinggi daripada 2019.

“Kemenhub telah melakukan dua tahap sebelum angkutan lebaran diselenggarakan yaitu pertama survei yang hasilnya jumlah orang yang akan melakukan mudik sangat besar, tahap kedua melakukan simulasi dan upaya rekayasa lalu lintas,” kata Menhub Budi.

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan saat angkutan lebaran tahun 2022 adalah one way, contra flow dan juga ganjil genap yang baru dilakukan pada tahun ini. Menhub Budi menyampaikan seluruh keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh stakeholder seperti Kemenko PMK, Korlantas Polri dan Kementerian PUPR juga media massa yang terus memberikan informasi secara masif kepada masyarakat.

Dalam masa angkutan lebaran ada empat titik krusial yang memang perlu diperhatikan yaitu Merak-Bakauheni dan Jakarta-Semarang. Kepadatan yang terjadi di empat titik tersebut bisa diselesaikan dengan membuka Pelabuhan Ciwandan, Banten untuk pelabuhan alternatif dan melakukan pembukaan rileksasi atau one way saat terjadi kepadatan.

“Setelah 4 kali Ratas bersama Presiden dan akhirnya kami diberikan kewenangan untuk menyelesaikan masalah mudik. Namun Presiden melarang untuk putar balik, melarang memeriksa sehingga kami melakukan kontrol pada volume kendaraan yang berkembang. Kami terus melakukan evaluasi VC (Volume to Capacity) ratio jalan tol dengan detail agar berjalan dengan baik,” jelas Menhub Budi.

Adapun beberapa catatan hasil evaluasi secara umum terhadap penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2022. Pertama, masih terdapat beberapa permasalahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Mudik 2022 antara lain kemacetan di beberapa ruas tol dan penumpukan di penyeberangan Merak-Bakauheni.

Kedua, kurangnya minat mudik melalui jalur laut karena waktu tempuh yang lama dan rute yang terbatas.

Ketiga, terbatasnya kapasitas program mudik gratis karena keterbatasan anggaran, dan perlu optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan angkutan lebaran di masa yang akan datang (ticketing, monitoring, integrasi sistem).

“Kedepannya kami akan tingkatkan layanan mudik gratis dari semua moda serta menarik peminat masyarakat untuk menggunakan kapal laut dalam melakukan mudik agar mudik tahun depan bisa berjalan lebih baik lagi,” ujar Menhub Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here