Fasilitas Pelabuhan Tahuna Masih Terbatas

314
Foto: Kemenko Marves

JAKARTA, NMN – Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan monitoring dan evaluasi Tol Laut Tahuna yang terletak di Sangihe. Meski pengelolaan Tol Laut di Sangihe baik, tapi terbatanya fasilitas di Pelabuhan Tahuna harus diperhatikan.

Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo mengatakan pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan melalui ajang Gerai Maritim Award 2021 terkait dengan penurunan disparitas harga tertinggi khusus bahan pokok dengan peringkat ke-II secara nasional.

Selain itu, Sangihe dinilai sebagai operator terbaik dan muatan kontainer terbanyak se-Indonesia oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan pemenang muatan balik terbanyak dari Kementerian Perhubungan .

“Tol Laut trayek Surabaya (Pelabuhan Tanjung Perak)-Makassar (Pelabuhan Soekarno Hatta)-Sangihe (Pelabuhan Tahuna) berfungsi untuk mengangkut logistik barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya. Pelabuhan Tahuna memiliki panjang dermaga 325 meter dan draft maksimal -17 meter,” kata Djoko dalam siaran pers yang diterima, Rabu (2/2).

Dijelaskannya, Tol Laut merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk menekan disparitas harga dan memperbaiki kondisi perekonomian di daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2017 yang diperbarui dengan Perpres Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

“Melalui program ini, kami ingin ada pemerataan ekonomi dan semoga Tol Laut mampu membantu Saudara kita yang di wilayah 3TP dan wilayah timur mampu menguasai perdagangan Asia Pasifik,” ujar Djoko.

Dari total 106 pelabuhan singgah trayek Tol Laut di Indonesia, selain di Morotai juga ada Pelabuhan Tahuna yang memiliki jumlah muatan datang dan muatan balik yang terus meningkat dan diharapkan akan seimbang.

Pada situasi normal, Pelabuhan Tahuna biasanya menerima 94-120 buah kontainer berisi bahan pokok dan mengirim muatan balik sebanyak 60-70 buah kontainer yang didominasi oleh hasil bumi, seperti kopra, kayu kelapa, arang tempurung, pala, cengkih, dan juga ikan. Kapal Tol Laut yang digunakan di Sangihe adalah 3 buah kapal Sabuk Nusantara dan satu kapal Lognus 6, namun akan segera digantikan dengan Lognus 4.

Sayangnya, fasilitas pelabuhan, seperti crane darat; alat bongkar muat forklift, dan tronton yang masih kurang; kebutuhan asuransi barang; keamanan barang; serta pengenaan pajak juga biaya lain yang yang masih dapat ditekan. Hal ini pun perlu didukung oleh pemerintah karena peforma yang optimal dan aktivitas tinggi harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai. “Namun, kita butuh data untuk segala permasalahan tersebut,” ucap Djoko.

Lebih lanjut, ia juga mengutarakan harapannya agar pada masa mendatang, masyarakat yang saat ini sudah menikmati program Tol Laut mampu memahami teknis sistem yang ada dan dapat mengaplikasikannya dengan maupun tanpa program tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here