Pemberantasan “Illegal Fishing” Dorong Ekspor Perikanan

502

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar sebagai instansi yang melakukan pengawasan lalu lintas komoditi perikanan mencatat adanya peningkatan volume ekspor komoditi perikanan tahun 2017 di Sulawesi Selatan.

“Hingga akhir Desember 2017, volume ekspor komoditi perikanan Sulawesi Selatan dibukukan pada angka 26.254 ton, meningkat 69.67 % dari volume ekspor tahun sebelumnya yang hanya mencapai 15.474 ton,” kata Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah akhir pekan lalu.

Peningkatan volume ekspor komoditi perikanan di Sulawesi Selatan berperan besar dalam menggerakkan perekonomian daerah karena tingginya nilai ekspor komoditi perikanan yang mencapai USD 256 juta, meningkat 66,88 % dari nilai ekspor tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 153 juta.

Beberapa komoditi perikanan yang mengalami peningkatan signifikan di antaranya adalah udang beku, rumput laut, telur ikan terbang, gurita, tenggiri, cumi-cumi, kepiting dan bandeng beku.

Komoditi perikanan tersebut diekspor melalui pelabuhan Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar dengan beberapa negara tujuan ekspor utama diantaranya Amerika Serikat, Singapura, China, Jepang, Vietnam, Hongkong, Taiwan.

Peningkatan volume ekspor komoditi perikanan ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain karena meningkatnya produksi perikanan Sulawesi Selatan akibat kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang membatasi penangkapan komoditi perikanan oleh pihak asing serta membaiknya jalur distribusi komoditi perikanan di Sulawesi Selatan.

Selain itu kepercayaan pasar internasional terhadap jaminan mutu hasil perikanan di Sulawesi Selatan semakin meningkat yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan permintaan negara tujuan ekspor tersebut.

Salah satu komoditi ekspor yang menjadi sorotan utama adalah gurita yang mengalami peningkatan volume ekspor yang sangat signifikan di 2017 sebesar 126% dibandingkan volume ekspor tahun 2016.

Permintaan yang cukup tinggi di pasar eropa, seperti Italia menjadi salah satu penyebab tingginya volume ekspor gurita Sulawesi Selatan. Hal ini merupakan indikasi membaiknya kepercayaan pasar terhadap produk-produk perikanan Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

Penerapan sistem jaminan mutu hasil perikanan di unit-unit pengolahan yang selama ini menjadi fokus tugas dan fungsi Balai Besar KIPM Makassar diyakini mampu menekan angka penolakan ekspor di negara tujuan sehingga prooduk perikanan yang diekspor memiliki daya saing di pasar internasional.

NMN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here