Bos PT PAL Indonesia Mau Restrukturisasi Perusahaan

0
157
Photo: zonasatu.co.id

Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar rapat dengan  Direktur  Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh. Rapat yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ini berlangsung sekira 2 jam.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh mengatakan, PT PAL Indonesia berencana melakukan penataan kembali atau restrukturisasi untuk membenahi kinerja perusahaan. Pasalnya, bisnis pembuatan kapal baik di dalam negeri maupun luar negeri saat ini sedang berkembang pesat dan berpotensi besar untuk digarap.

“Kami sudah bicarakan dengan Pak Menko Kemaritiman  terkait  rencana  restrukturisasi PT PAL. Perbaikan ini kita lakukan mulai dari sisi manajemen, sisi keuangan hingga sisi pasar. Kita akan berorientasi baik pembuatan kapal militer dan nonmiliter. Militer akan dilihat dari sisi Indonesia dan luar negeri,” ujar Budiman usai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di kantor Kemenko Maritim, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, restrukturisasi sangat diperlukan PT PAL karena besarnya potensi pembuatan kapal baik dari dalam ataupun luar negeri. Oleh karena itu, hasil restrukturisasi ini salah satunya akan memperluas kapasitas galangan-galangan kapal yang ada.

“Sejak saya masuk April, kapasitas terpakai PAL hanya 10-15 persen, sangat menyedihkan. Jadi harus digenjotdari sisi pemasarannya. Melalui langkah ini, bisnis perseroan akan menggeliat dan kita punya pekerjaan. Kemarin PMN juga sudah ada dan mulai bisa digunakan,” katanya.

Tahun ini PT PAL tengah fokus memasarkan kapal produksinya ke luar negeri. Budiman menyebut, setelah sukses mengirimkan kapal perang ke Filipina, perusahaan galangan kapal pelat merah itu sekarang tengah menjajaki pengadaan kapal perang untuk Nigeria. Kabarnya, Nigeria tertarik mendatangkan kapal perang buatan PT PAL. Bahkan, kedua pihak sudah melakukan pembicaraan untuk pengadaannya.

“Kami juga sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan operator kapal pembangkit listrik terbesar di dunia Karpowership, untuk pembangunan empat kapal pembangkit listrik Indonesia pertama di galangan kapal Indonesia,” ujar Budiman.

Budiman mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan bentuk kerja sama awal dalam mengidentifikasi peluang-peluang kebutuhan listrik di Indonesia dan wilayah sekitarnya.

Sebagai informasi, Budiman Saleh merupakan dirut baru PT PAL. Dia diangkat Kementerian
BUMN, setelah bos lama PT PAL Firmansyah Arifin tersandung dugaan kasus korupsi pengadaan kapal untuk Filipina. Budiman sendiri asalnya dari Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia. (Dds)

 

Sumber : Rakyat Merdeka

maritimenews – who has written posts on Nusantara Maritime News.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

11 − ten =