Investasi di Halmahera Barat Terhambat

0
70
maritimenews.id
Photo: wisataindonesia.co.id

Krisis listrik di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, diyakini menyebabkan investor enggan menanamkan modal di daerah yang kini gencar mengembankan sektor pariwisata itu. Pemerintah kabupaten berencana menyurati Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno karena tidak ada perbaikan layanan dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Setiap kali ada investor yang ingin menanamkan modal, mereka selalu menanyakan kelistrikan di Halmahera Barat. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, daerah ini tidak akan bisa berkembang dengan cepat,” kata Pelaksana Tugas Sektretaris Daerah Kabubapen Halmahera Barat Julius Marau Kamis, (20/10).

Ia mengatakan, Pemkab hanya mampu membantu pembangkit tenaga surya skala kecil di desa-desa terpencil yang belum di jangkau jaringan listrik karena belum ada jalan. Bantuan itu hanya untuk penerangan.

Dari 176 desa di 9 kecamatan di kabupaten ini, hampir 30 persen belum mendapatkan layanan listrik dari PLN. Penyebab utamanya daya yang tersedia di PLN hanya sekitar 5 megawatt (MW), padahal kebutuhannya sekitar 8 MW, itu pun hanya untuk penerangan. Selain itu, mesin pembangkit yang ada sering rusak. Puluhan desa hanya menikmati aliran listrik kurang dari 12 jam per hari. (Kompas, 20/10).

Oleh karena itu, lanjut Julius, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan menyurati Menteri BUMN untuk melaporkan kondisi tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan PT PLN setempat hingga PLN di tingkat pusat, tetapi tak ada perubahan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Barat Nur Rahmiani Achmad menambahkan, sektor pariwisata terkena imbas krisis listrik. Sebagai contoh, di Jailolo, ibu kota kabupaten, hanya ada satu hotel dengan klasifikasi non bintang. Fasilitas yang tersedia sangat minim. Selain itu, tidak ada restoran besar. Investasi hotel dan restoran butuh daya listrik yang besar.

Padahal, katanya, Halmahera Barat menggelar Festival Teluk Jailolo setiap tahun. Promosi gencar dilakuan lewat medi massa. Wisatawan Nusantara dan mancanegara juga sering berkunjug. Halmahera Barat menawarkan berbagai obyek, seperti Pulau Babua Pulau Pastofiri, hutan mangrove Gamtala, pesona matahari terbenam di Pantai Marinbati, juga wisata bawah air.

Di Cirebon, Jawa Barat, Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Heru Dewanto mengatakan, pemerintah sebaiknya memformulasikan ulang target membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW pada 2019. Selain dinilasi sulit tercapai, program ini juga kerap dipertanyakan kepastiannya oleh dunia usaha. Formulasi ulang yang dimaksud adalah mengevaluasi pencapaian program nasional tersebut lalu menyusun kembali target program 35.000 MW. (Ast)

 

Sumber: Kompas

maritimenews – who has written posts on Nusantara Maritime News.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

seven + 20 =