Pelanggaran Libatkan Pengusaha

0
51
maritimenews.id
Muara Baru fish auction market (Photographer: Andi Setyawan/NMN)

Perikanan ilegal yang kembali marak di Bitung, Sulawesi Utara, tidak hanya dilakukan kapal asing, tetapi juga perusahaan perikanan dalam negeri. Hasil analisis dan evaluasi oleh Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115) menunjukkan, terdapat sejumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan kapal ikan di Bitung.

Demikian diungkapkan oleh Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa di Jakarta, Selasa (28/9). Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menjatuhkan sanksi berupa pencabutan 24  izin  usaha  penangkapan  dan  pengangkutan   ikan,   pembekuan  42  izin  serta  peringatan  tertulis.  Dari total 34 pemilik kapal yang berada di Bitung, hanya 21 pemilik kapal yang menyerahkan dokumen untuk keperluan analisis dan evaluasi. Sebanyak 21 pemilik kapal juga belum melaporkan surat pemberitahuan (SPT) pajak dalam kurun waktu 2012-2014.

Selain itu, ada pelanggaran lain, seperti perusahaan mempekerjakan nakhoda atau anak buah kapal tidak berkewarganegaraan Indonesia dan kapal melakukan, alih muatan kapal di tengah laut (transshipment). Ada juga dugaan kapal menangkap ikan di wilayah yang tidak sesuai izin dan perusahaan tidak mendaratkan ikan hasil tangkapan di pelabuhan pangkalan yang ditunjuk.

Kepala Departemen Tangkap Himpunan Nelayan Seluruh rndonesia Rendra Purdiansa berpendapat, masuknya kembali kapal asing hingga ke pcrairan Indonesia dipicu oleh kosongnya armada penangkapan di Laut Pasifik. Adapun armada dalam negeri belum berdaya untuk mengisi kekosongan karena sejumlah hambatan, di antanmya hambatan perizinan.

Sementara itu, pertumbuhan produk olahan beku sektor perikanan dan peternakan perlu didukung dengan teknologi rantai pendingin guna mengoptimalkan produktivitas dan mendorong volume ekspor. Hal itu mengemuka dalam pembukaan Pameran International Indonesia Seafood and Meat (IISM) 2016 sekaligus Pameran Refrigeration and HVAC 2016 yang digelar di Jakarta pada 28-30 September. Acara itu mempertemukan pelaku industri sektor perikanan dan pengolahan daging dengan penyedia teknologi rantai pendingin dalam rangka mendukung pertumbuhan industri produk pangan olahan beku.

Direktur Eksekutif Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia Hasanuddin Yasni mengatakan, volume produksi industri perikanan dan daging ditargetkan tumhuh 20 persen per tahun. Saat ini, hasil tangkapan laut mencapai 3-4 juta ton dan hasil budidaya perikanan mencapai 10 juta ton per tahun. (Dds)

 

Sumber: Kompas

maritimenews – who has written posts on Nusantara Maritime News.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

one × one =