Pelni Lakukan Penyesuaian Operasional Kapal Jelang Lebaran

JAKARTA, NMN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memastikan akan melakukan penyesuaian rute dan operasional kapal untuk angkutan mudik Lebaran 2022.

Beberapa frekuensi pelayaran yang ditambah seperti Semarang dan Surabaya. Hal tersebut dilakukan untuk menenuhi syarat okupansi untuk PPKM level 1 dan 2 yaitu 100 persen serta level 3 dan 4 yakni 70 persen.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Yahya Kuncoro mengatakan penyesuaian operasional kapal juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang di lintasan favorit.

“Kita sesuaikan rute juga dengan kapal. Untuk ruas yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang dilakukan peningkatan frekuensi (pelayaran kapal),” kata Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (19/4).

Menurut Yahya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memindahkan sementara operasional kapal di lintasan yang trafik penumpangnya tidak ramai.

“Dengan adanya penambahan frekuensi maka kapal yang di lintasan tidak padat penumpang dipindah ke lintasan yang ramai penumpang,” kata Yahya.

Pelni memprediksi pelabuhan dengan penumpang tertinggi yaitu Makassar, Surabaya, Balikpapan, Ambon, Bau-bau, dan Batam. Begitu juga dengan Sorong, Tanjung Priok, Belawan, Jayapura, Manokwari, Kumai, Kupang, Semarang, dan Tarakan.

“Jadi ini harapan kita bagaimana mengetahui ruas yang padat. Langkah kita memindahkan sementara kapal di jalur yang tidak padat ke ruas yang padat itu,” jelas Yahya.

Yahya mengungkapkan, Pelni telah menyiapkan armada kapal mulai dari H-15 dan H+15 Lebaran untuk transportasi laut. “Dengan persiapan yang lebih matang dan terorganisir, harapan kita bisa maksimal melayani masyarakat,” ujarnya.

Pelni menyiapkan 26 kapal penumpang dengan kapasitas 32.447 orang untuk mudik Lebaran tahun ini dari 76 pelabuhan. Kemudian, ada 44 kapal perintis Pelni yang mampu mengangkut 16.820 penumpang dari 281 pelabuhan.

Total kapasitas kursi yang disediakan Pelni sebanyak 48.267 unit. Untuk sekali perjalanan, kapal penumpang Pelni bisa mengangkut 500 hingga 2.000 orang. Sementara, kapal perintis hanya bisa membawa 250-500 penumpang.

“Kapal kita full semua beroperasi. Jadi ada 26 kapal penumpang dan 44 kapal perintis. Jadi kapal penumpang ini yang sifatnya lebih besar dibanding perintis,” jelas Yahya.

Latest Article

Gagalnya Jokowi Menjadikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa

0
Presiden Jokowi bolehlah sedikit berbangga dengan pencapaian pembangunan infrastrukturnya yang lumayan mentereng. Selama hampir 10 tahun kepemimpinannya, telah terbangun 1.885 km jalan tol, 32.000...

Sektor Perikanan Tangkap Perlu Dikelola Secara Multifungsi dan Berkelanjutan

0
YOGYAKARTA – Dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Kamis (28/12/2023), Profesor Suadi menyampaikan urgensi pengelolaan multifungsional sektor perikanan tangkap...

Kolaborasi DP World – Maspion Group Membangun Terminal Petikemas di Jatim

0
JAKARTA, NMN- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan dukungan terhadap kolaborasi yang akan terjadi antara perusahaan global swasta DP World Dubai dengan perusahaan swasta...

Kemenhub Mulai Lakukan Persiapan Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang Jelang Nataru

0
MAKASSAR, NMN - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menekankan pentingnya transportasi laut sebagai pilihan utama masyarakat dalam perjalanan antar pulau selama periode Natal 2023 dan...

Pemerintah Indonesia Hadiri Sidang Sub-Committee on Carriage of Cargoes and Container ke-9 di London

0
LONDON, NMN - Pemerintah Indonesia telah menghadiri Sidang Sub-Committee on Carriage of Cargoes and Container (CCC) ke-9 yang berlangsung dari Rabu (20/9) hingga Kamis...

Related Articles