Produksi Garam Merosot

0
34
maritimenews.id
Photo: kontan.co.id

Produksi garam tahun ini diprediksi merosot menjadi 300.000 ton atau hanya 10 persen dari target produksi garam nasional sebanyak 3 juta ton. Penurunan itu dipicu dampak musim kemarau basah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwardi mengemukakan hal itu kepada Kompas, Senin (26/9). Hingga awal Agustus 2016, stok garam nasional sebanyak ton.

Tahun  2016,  Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  menargetkan  produksi  garam nasional sebanyak 3 juta ton atau sebanyak  produksi  tahun  lalu.  Produksi  garam  itu bersumber  dari petambak  sekitar 2,7 juta ton dan PT Garam 300.000 ton. “Target produksi garam tak tercapai. Akan tetapi, stok garam masih mencukupi kebutuhan nasional,” ujar Brahmantya.

Musim panen raya garam yang biasanya berlangsung Juli-Desember terpaksa mundur sebab hujan masih turun di sejumlah sentra  produksi  garam.  Secara  terpisah,  Direktur Utama PT Garam (Persero) R Achmad Budiono mengungkapkan, panen garam mulai berlangsung di beberapa sentra produksi garam, seperti Nusa Tenggara Timur, Madura, dan pantai utara Jawa Tengah. Adapun sejumlah sentra garam lainnya masih diselingi hujan. Hingga saat ini, panen yang dihasilkan PT Garam berkisar Rp15.000 ton.

Meski produksi garam turun, ujar Brahmantya, mekanisme pasar sedang berlangsung. Petambak garam saat ini menikmati harga yang cukup tinggi, yakni Rp500 per kilogram untuk garam kualitas I (KI). Sebelumnya, harga garam untuk KI anjlok pada kisaran Rp300 per kg. (Ags)

 

Source: Kompas

maritimenews – who has written posts on Nusantara Maritime News.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

sixteen − ten =