Bank Dunia: Indonesia Memerlukan Investasi Swasta

388

Belanja infrastruktur pemerintah menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,1% untuk tahun 2016. Namun, investasi sektor swasta sangat penting dalam melengkapi belanja pemerintah untuk mendukung pertumbuhan.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan pertumbuhan global yang lemah pada tahun 2015 telah berdampak pada Indonesia, dengan pertumbuhan hanya sebesar 4,8% tahun lalu.

“Pertumbuhan Indonesia pada tahun 2015 cukup baik untuk negara pengekspor komoditas, tetapi belum cukup untuk menyerap sekitar 3 juta anak muda yang baru masuk dalam pasar tenaga kerja, juga tidak cukup untuk membalik tren pengentasan kemiskinan yang melambat,” kata Chaves saat memaparkan laporan Indonesia Economic Quarterly (IEQ) di Jakarta, Selasa (15/3).

Untuk mempercepat pertumbuhan, lanjut Chaves, Indonesia harus mengandalkan perluasan ruang fiskal dalam jangka pendek, sambil memperkenalkan reformasi untuk memfasilitasi investasi dan mengurangi biaya berusaha untuk jangka menengah.

“Perluasan fiskal saja tidak bisa menaikkan pertumbuhan menjadi di atas 5%. Hal ini akan bergantung pada perbaikan aktivitas sektor swasta, khususnya investasi,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 5,1% untuk tahun 2016, dan 5,3% untuk tahun 2017. Proyeksi ini lebih rendah 0,2% dari proyeksi bulan Desember, akibat kondisi eksternal yang lebih lemah dari perkiraan awal, serta kemungkinan pertumbuhan pendapatan rendah yang bisa menjadi hambatan bagi rencana pemerintah untuk meningkatkan belanja.

“Pulihnya ekonomi Indonesia akan bergantung pada kebijakan untuk memperbaiki iklim usaha, menarik investasi swasta yang lebih banyak, serta diversifikasi ekonomi,” tegasnya.

 

Penulis: Ismadi Amrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here