Ditjen Hubla Luncurkan Inovasi Redesain Pelampung Suar

250

JAKARTA, NMN – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Kelas II Semarang meluncurkan desain baru/redesain pelampung suar dengan desain yang lebih efisien, efektif, serta biaya manufaktur yang lebih ekonomis.

Hal tersebut merupakan wujud upaya pelaksanaan tugas dan fungsi kenavigasian dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Perairan Indonesia.

Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang, Dian Nurdiana, mengungkapkan bahwa pengembangan inovasi redesain pelampung suar ini merupakan salah satu upaya dalam optimalisasi SDM dan sarana prasarana kenavigasian yang dimiliki oleh Distrik Navigasi.

“Pengembangan inovasi ini, lanjutnya dilakukan dengan mengedepankan optimalisasi dan efisiensi dalam penggunaan anggaran,” kata Dian di Semarang, Kamis (8/9).

Adapun terkait redesain pelampung suar ini, Dian menjelaskan bahwa dengan desain pelampung suar existing terdapat banyak kendala, antara lain kesulitan dalam pengangkatan saat perawatan, bentuknya yang dapat menyebabkan kerusakan pada dek kapal, serta menyebabkan ketidaknyamanan pekerja dalam proses pemeliharaan.

“Redesain pelampung suar inovasi Distrik Navigasi Kelas II Semarang memiliki badan pelampung dengan diameter lebih kecil, yakni 2.2 m jika dibandingkan pelampung suar existing yang memiliki diameter 2.6 m. Ketebalan plat nya juga lebih tipis, yakni 8 mm jika dibandingkan dengan ketebalan existing 10 mm. Dengan demikian redesain ini lebih maksimal dalam penggunaan bahan baku dan efisiensi biaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, desain pelampung suar yang dikembangkan oleh Distrik Navigasi Kelas II ini juga lebih ringkas karena tidak memiliki sirip, sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan karena lebih mudah diangkat tanpa risiko merusak dek kapal.

Selain itu, desain baru ini juga memiliki counter weight lebih baik karena bentuknya yang lebih tinggi dan ramping sehingga fokus titik berat di tengah selain juga lebih efisien dalam bahan baku dan biaya.

“Redesain pelampung suar ini secara teknis dilakukan dengan mengacu pada pedoman teknis dalam pengembangan arsitektur sebuah produk, di mana bengkel Distrik Navigasi Kelas II Semarang secara mandiri melakukan siklus pengembangan produk, meliputi proses desain, manufaktur, testing dan finishing, yang dalam pelaksanaannya diinspeksi oleh Kantor Biro Klasifikasi Indonesia Cabang Semarang,” terang Dian.

Dian menekankan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan inovasi sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja agar dapat menghasilkan produk hasil inovasi yang berkualitas dengan sistem kerja yang lebih optimal dan produktif.

Untuk itulah, Dian meminta dukungan dan sinergi yang lebih baik dengan institusi terkait, dalam hal ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta para akademisi di Perguruan Tinggi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi maritim, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here