Pertamina Pesan 8 Kapal Tanker Lokal Untuk Angkut BBM

0
187

PT. Pertamina (Persero) berkormitmen untuk menggenjot industri galangan kapal dalam negeri dengan melakukan pemesanan kapal tanker untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan dan bakar Minyak (BBM) yang di produksinya.

Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut melalui pemesanan kapal tanker dari galangan dalam negeri.

Diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, para mitra industri kapal yang digandeng Pertamina sedang menyelesaikan pengerjaan 8 proyek kapal tanker tipe General Purpose (GP) dengan bobot mati 17.500 Dead Weight Ton (DWT). Dengan nilai total proyek sekitar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun.

Ke delapan proyek tersebut meliputi MT Parigi dan MT Pattimura oleh PT Angrek Hitam Shipyard. MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri oleh PT Daya Radar Utama, serta MT Pasaman, MT Panjang, dan MT Pangrang oleh PT Multi Ocean Shipyard.

“ Kita juga tantang industri kapal dalam negeri agar membuat kapal tanker Pertamina ramah Iingkungan dan tingkat safety tinggi dan taat terhadap ketentuan-ketentuan lnterasional lainnya. Pemesanan kapal tanker ini, sesuai rencna bisnis jangka panjang untuk penguatan armada distribusi BBM kami,” tegas Wianda di Jakarta.

Hingga akhir 2016, lanjut Wianda, Pertamina akan memiliki sekitar 72 unit kapal yang berstatus milik sendiri. Sebanyak 34 kapal atau 47 persen merupakan kapal yang diproduksi galangan kapal nasional. Saat ini, kapal terbesar yang diproduksi galangan kapal nasional berukuran 30.000 DWT yaitu MT Fastron yang dibangun oleh PT PAL. Kapal dengan ukuran sebesar itu dipercayakan pembangunannya setelah sukses membangun kapal sekelas di bawahnya.

Pertamina juga memberikan kepercayaaan kepada galangan kapal lainnya, seperti PT DayaRadar Utama (DRU). Setelah sukses membangun MT Musi berbobot 3.500 DWT dengan panjang kapal 90 meter, terbesar yang pernah mereka buat saat itu. Pertamina memberikan tantangan kepada DRU membuat tiga kapal 17.500 DWT yang panjangnya J 57 meter, lebar 28 meter dan tinggi 12 meter.

“ Kami juga meminta DRU dan juga galangan kapal lain agar bisa membangun dengan kualitas yang sama dengan kapal produksi Korea Selatan. Dan terbukti berhasil sejauh ini,” tegas Wianda.

Sebelumnya, New Ship Slùp project coordinator Pertamina, I Ketut Sudana mengatakan, Perseroan bakal menambah armada kapal angkut minyak mentah. Targetnya, 10 kapal baruu siap beroperasi tahun depan. “Sekarang punya 66 kapal jadi tahun depan sudah 76 unit,” kata I Ketut.

Ketut menjelaskan dari total 10 kapal tersebut, 2 kapal di produksi di China, sedangkan 8 lainnya diproduksi di lndonesia. 2 Unit di ke akan PT Anggrek Hitam Shipyard Batam, 3 dikerjakan PT. Daya Radar Utama di Lamongan, dan 3 lainnya dikerjakan oleh PT Multi Ocean Shipyard di Karimun. “Yang ada di galangan kapal PT Daya Radar Utama Lamongan kita lagi buat tiga,” jelas Ketut.

Tiga kapal yang sedang dibangun PT Daya Radar Utama punya kapasitas sebesar 17,5 Ribu LTDW Ketiga kapal tersebut natinya akan digunakan untuk mengangkut. crude oil (minyak mentah) dengan muatan masing-masing sebesar 23 ribu meter kubik minyak mentah.

“Kapal yang dibangun tersebut nantinya akan bersandar intemasional dan mengikuti keamanan lingkungan jadi statusnya General Purpose,” papar Ketut.

Business Development Director Daya Radar Utama Steven Angga Prana mengakui, besarnya peran Pertamina untuk membangun kapasitas dan kemampuan galangan kapal dalam negeri.

Kesuksesan membangun MT Musi pada 2012 memicu banyaknya order kapal-kapal besar dan memicu kepada perusahaannya, termasuk KRI Bintuni milik TNI AL.

Steven mengatakan, untuk menyelesaikan kapal berukuran 17.500 DWT umumnya memerlukan waktu 24 bulan. Dengan tiga kapal yang diorder Pertamina, Daya Radar Utama mempekerjakan sekitar 1.500 orang tenaga kerja.

“Kami optimis dapat berkembang dan Daya Radar Utama yang memiliki luas lahan 40 ha dan ngaris pantai sekitar 600 meter,  ke depan akan mengembangkan galangan yang mampu membangun kapal tanker dengan kapasitas 100.000 DWT,” ungkap Steven. (Ags)

Sumber: Rakyat Merdeka

maritimenews – who has written posts on Nusantara Maritime News.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

3 × 4 =