Tingkatkan Penyerapan KUR, Ini Langkah Strategis KKP

87

JAKARTA, NMN – Dalam rangka meningkatkan penyaluran KUR di sektor kelautan dan perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerapkan sejumlah upaya.

Antara lain, rekrutmen 78 tenaga pendamping usaha kelautan dan perikanan (TPU KP) yang tersebar di 34 provinsi, dan ditempatkan di lokasi-lokasi prioritas untuk mendukung Kampung Budidaya, Kampung Nelayan Maju, Klaster Daya Saing, sentra pengolahan, serta lokasi prioritas KKP lainnya.

Demikian disampaikan, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti di Jakarta, Rabu (27/4).

Selama triwulan 1 2022, TPU KP telah melakukan pendataan dan pembinaan kepada 1.382 pelaku usaha dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp3,67 miliar, dari berbagai sumber pembiayaan, yang disalurkan kepada 179 pelaku usaha.

Selain itu, Ditjen PDSPKP melaksanakan kegiatan fasilitasi perluasan KUR Klaster di kawasan sentra Udang Windu di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pinrang, bekerja sama dengan Bank BRI dan PT. Alter Trade Indonesia (Atina) selaku eksportir udang.

“Total potensi pembiayaan di dua lokasi ini adalah sebanyak 1.385 petambak udang windu tradisional,” kata Artati.

Selanjutnya, ungkap Artati, bersama Komisi IV DPR RI, Ditjen PDSPKP melaksanakan kegiatan bimbingan teknis akses pembiayaan (Bimtek) di 55 lokasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha tentang skema dan sumber pembiayaan yang dapat diakses.

“Kita tidak akan berhenti mengedukasi tentang literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang pengelolaan keuangan yang baik,” tutup Artati.

Sejumlah strategi penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai membuahkan hasil, yakni meningkatnya realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan.

“Realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan pada periode Januari – Maret 2022 telah mencapai angka Rp2,46 triliun,” kata Artati.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengusulkan adanya perluasan dan kemudahan akses KUR. Kemudahan tersebut khususnya untuk nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan serta petambak garam yang terdampak Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here