Jaga Kesehatan Ekosistem Laut, Norwegia Apresiasi Indonesia

51

JAKARTA, NMN – Pemerintah Norwegia memberikan apresiasi kepada Indonesia, khususnya langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga kesehatan ekosistem laut untuk menahan laju perubahan iklim.

Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Espen Barth Eide mengatakan kelestarian ekosistem laut sangat besar pengaruhnya pada kondisi bumi. Karenanya, ia pun mengapresiasi kebijakan KKP yang dinilainya merupakan langkah dalam menjaga ekosistem laut.

“Kita itu memang menjaga hutan, tapi ekosistem yang paling penting di planet ini adalah laut,” kata Espen Barth Eide saat melakukan pertemuan dengan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Jakata, Selasa (13/9).

Sebagai informasi, Norwegia merupakan mitra kerja sama kemaritiman Indonesia, di antaranya terkait perikanan budidaya berkelanjutan, konservasi laut, pemberantasan IUU Fishing dan transnational organised crime in the global fishing industry, serta memajukan sustainable ocean economy sebagai contoh ocean wealth, ocean health, ocean equity, ocean knowledge, ocean finance atau keterlibatan dalam High Level Panel in Sustainable Ocean Economy.

Sementara itu, Menteri KKP memaparkan bahwa komitmen pemerintah Indonesia dalam mengelola laut secara berkelanjutan sesuai prinsip Ekonomi Biru. KKP punya lima strategi Ekonomi Biru yang sudah mulai diterapkan untuk menjaga ekosistem laut tetap sehat.

“Kami menargetkan untuk memperluas kawasan konservasi hingga 30% dari seluruh kawasan perairan Indonesia, dan hingga kini KKP telah berhasil melakukan konservasi perairan laut hingga 28,4 juta hektar,” ucap Menteri Trenggono.

Perluasan area konservasi laut akan membawa dampak besar pada penyerapan karbon di atmosfer yang menjadi penyebab perubahan iklim. Aksi konservasi yang dimaksud meliputi rehabilitasi kawasan mangrove dan terumbu karang, serta menjaga populasi lamun dari kegiatan di laut yang berpotensi merusak.

Perluasan area konservasi laut ini juga untuk menjaga stok ikan sebagai solusi ketahanan pangan di masa depan. “Selain itu terumbu karang dan mangrove juga memproduksi karbon yang dapat berkontribusi pada iklim dunia,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Menteri Trenggono tutur menyampaikan upaya KKP mengentaskan persoalan di laut melalui program Bulan Cinta Laut. Aksi nyata yang dilakukan yakni rutin menggelar kegiatan bersih sampah di laut dan pantai.

Kemudian sebagai langkah terobosan, KKP merencanakan program satu bulan menangkap sampah di laut dengan melibatkan multipihak khususnya nelayan. Sampah yang ditangkap kemudian dihargai sesuai harga terendah ikan di wilayah tersebut.

“Implementasi Ekonomi Biru lainnya dilakukan melalui program penangkapan ikan terukur berbasis pada kuota, serta pengembangan budidaya ikan yang ramah lingkungan guna meningkatkan produksi perikanan untuk pasar ekspor dan dalam negeri,” pungkas Menteri Trenggono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here